Dua Mahasiswa UIN Sunan Ampel Meninggal Dunia Saat Ikuti Diklat Pecinta Alam

0

MEDIA MALANG – Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, meninggal dunia saat mengikuti Diklat Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Dua mahasiswa semester satu yang meninggal dunia tersebut masing-masing diketahui bernama ?Lutfi Rahmawati (19), warga Jalan Barata Jaya 7/41 Surabaya, dan Yudi Akbar Rizky (18), warga Sukolilo Park Regency 1/16 Surabaya. Diduga korban meninggal dunia karena kelelahan setelah naik gunung dan panjat tebing.

“Diduga kedua korban meninggal dunia karena kecapekan setelah sebelumnya mereka mengikuti rangkaian kegiatan naik gunung dan panjat tebing,”?kata ketua umum panitia kegiatan Diklat, Pramudya, kepada Wartawan, Sabtu sore  (17/10).

Pramudya mengaku sebelum meninggal kedua korban bersama 19 peserta dan 14 panitia datang ke lokasi. Selanjutnya, mereka mengikuti serangkaian kegiatan perekrutan anggota baru Mapalsa .

Namun, pada Jum’at sore keduanya mengeluh sakit dan terpaksa diistirahatkan di pos induk. Ironisnya, pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 kondisi kedua korban semakin parah dan pingsan, hingga kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wafa Husada Kepanjen untuk mendapatkan pertolongan tim medis. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit kedua nyawa korban tak tertolong.?

Sementara itu, untuk mengetahui penyebab kematian dua mahasiswa tersebut, kedua jasad korban dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang dan akan diautopsi.

“Keputusan jenazah korban di autopsi menunggu persetujuan dari pihak keluarga dan kampus,” tutup Pramudya.

Namun, keluarga kedua korban yang datang ke kamar jenazah dikabarkan menolak korban di Autopsi. Rencananya, kedua jenazah mahasiswa tersebut dipulangkan keluarganya ke rumah duka di Surabaya Minggu pagi ini.

Sementara itu, hingga kini kasus kematian dua mahasiswa ini masih dalam penyelidikan Polisi.?(*)?

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor   : Puspito Hadi?

Comments are closed.