Dua Calon Walikota Malang Diperiksa KPK di Jakarta

0

MEDIA MALANG – Dua calon Walikota Malang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Walikota Malang nonaktif Mochammad Anton dan Ya’qud Ananda Gudban, dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015.

Anton ditetapkan sebagai tersangka selaku Walikota Malang periode 2013-2018, sementara Ananda selaku
anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

“Mereka diperiksa sebagai tersangka suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015,”
kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (27/3) dilansir dari cnnindonesia.

Selain memanggil Anton dan Ananda, penyidik KPK juga bakal memeriksa lima tersangka lain yang merupakan
anggota DPRD Kota Malang yakni Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, dan
Sukarno.

“Mereka juga diperiksa sebagai tersangka,” tutur Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang dalam kasus dugaan suap pembahasan
APBD-P tahun anggaran 2015.

Anggota DPRD Malang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya, HM Zainudin dan Wiwik Hendri Astuti,
masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang.

Kemudian para anggota dewan yakni Suprapto, Sahrawi, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul
Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiana, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu
Sugiarti, Sukarno, Ya’qud Ananda Budban serta Abdul Rachman.

Kasus suap ini pengembangan dari kasus yang telah menjerat mantan Ketua DPRD Malang M. Arief Wicaksono
serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono.

Mereka berdua kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur.

KPK menduga Anton selaku Wali Kota Malang dan Jarot memberi hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kota
Malang terkait dengan pembahasan APBD-P Pemkot Malang. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : kompas.com

Comments are closed.