DPRD Kota Malang Terima Suap Rp700 Juta dan Gratifikasi Rp5,8 Miliar

0

MEDIA MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 41 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Ke-41 anggota DPRD Malang tersebut diduga menerima suap dan sejumlah gratifikasi.

Dari hasil penelusuran KPK, para anggota DPRD Kota Malang diduga menerima suap dari wali kota nonaktif, Mochammad Anton, dengan total Rp700 juta. Sementara untuk penerimaan gratifikasi sebesar Rp5,8 miliar.

“Diduga, para anggota DPRD menerima total Rp700 juta untuk kasus suap dan Rp5,8 miliar untuk dugaan gratifikasi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (5/9/2018).

Suap sebesar Rp700 juta yang diberikan Anton diduga untuk memuluskan pembahasan RAPBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Sedangkan penerimaan gratifikasi sebesar Rp5,8 miliar diduga berkaitan dengan dana pengelolaan sampah di Kota Malang.

“Dalam kasus gratifikasi terhadap anggota DPRD Malang, salah satu yang didalami penyidik adalah dugaan penerimaan terkait dana pengelolaan sampah di Malang,” terangnya.

Febri meminta kepada 22 anggota DPRD Kota Malang yang baru ditetapkan sebagai tersangka untuk kooperatif mengembalikan uang hasil korupsi kepada KPK. Sebab, 19 anggota DPRD Kota Malang yang telah ditetapkan tersangka lebih dulu telah mengaku bersalah dan mengembalikan uang ke KPK.

“Kami ingatkan agar para tersangka kooperatif terhadap proses hukum dan dapat mengembalikan uang yang pernah diterima kepada KPK. Hal itu akan dipertimbangkan sebagai fakta yang meringankan tuntutan dan hukuman nanti di persidangan,” jelasnya. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : okezone.com

Comments are closed.