DPRD Desak RSSA Malang Beri Kemudahan Pelayanan Warga Miskin

0

MEDIA MALANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, mendesak manajemen Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, memberikan kemudahan pelayanan bagi warga miskin, salah satunya terkait pemberian surat rujukan bagi pasien.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang Hadi Mustofa mengaku prihatin dengan nasib yang dialami Mochamad Nevan Akmal Afarizi (5), anak pasangan Zahrotul Zinul Arifin (30) dan Mia Rosawati (27), asal Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Anak tersebut menderita penyakit pengerasan hati atau Sirosis Hepatis, sehingga harus secepatnya mendapatkan perawatan.

“Saya sudah mengujungi anak tersebut, dan orangtuanya bilang hingga kini masih menunggu surat rujukan dari RSSA Kota Malang untuk dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya. Namun surat rujukan tersebut hingga kini belum juga ditandantangai oleh Direktur RSSA. Padahal, kondisi Neval semakin hari kesehatannya menurun, bahkan perutnya semakin membesar,” katanya pada wartawan, Selasa (31/10).

Ia meminta, Manajemen RSSA Kota Malang memberikan kemudahan birokrasi pada pasien yang kondisinya harus secepatnya dilakukan penanganan medis. RSSA diharapkan tidak menerapkan aturan yang harus kaku, terlebih lagi pada pasien miskin, pemegang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kami sangat menyesalkan dan kecewa dengan pelayanan kesehatan RSSA Kota Malang kepada pasien peserta BPJS. Apakah tanda tangan Direktur RSSA untuk surat rujukan ke rumah sakit lain saja, pasien harus menunggu hingga satu pekan,” ujar Mustofa, yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Ia berharap, pemerintah menegur manajemen rumah sakit, agar membenahi pelayanan kesehatan, khususnya pada masyarakat miskin. Ia mendapati tentang aduan pelayanan di rumah sakit ini tidak kali ini saja, tapi sudah sering.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perluasan Peserta dan Kepatutan BPJS Malang Nur Farida mengatakan, seluruh pasien yang menjadi peserta BPJS tidak dipungut biaya selama perawatan di rumah sakit. “Nevan sebagai penerima donor biayanya dicover BPJS. Karena anak Nevan ini memang harus segera dilakukan operasi dan operasi transplatasi hati itu akan dilakukan di RS Cipto Mangunkusmo, di Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim medis sudah melakukan pemeriksaan foto Magnetic Resonance Imaging (MRI) Abdomen di RS dr Soetomo Surabaya. Namun, karena belum ada rujukan dari RSSA Kota Malang, maka biaya foto MRI tersebut dibayar secara mandiri, yakni sebesar Rp7,5 juta. Biaya foto MRI itu dibayar dengan menggunakan uang dari sumbangan donatur yang peduli dengan pengobatan Nevan.

Sementara itu, Badan Koordinator Pro-Desa Ahmad Kusareri menyatakan jika pihaknya tetap melakukan pengawalan pada pasien Nevan, hingga proses pengobatannya tuntas. Ia juga prihatin dengan lambannya surat rujukan dari RSSA Kota Malang untuk Nevan.

“Dengan lambannya surat rujukan yang dikeluarkan rumah sakit ini sama dengan telah menelantarkan pasien yang kondisi kesehatannya “Emergency” yang butuh penanganan cepat,” kata Ahmad. (*)

Penulis : Cahyono

EditorĀ  : Puspito Hadi

Comments are closed.