Ditahan KPK, Dua Calon Walikota Malang Golput

0

MEDIA MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang tidak bisa memastikan dua calon Walikota Malang, Yaqud Ananda Gudban dan Mochammad Anton yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa menggunakan hak suaranya dalam kontestasi Pilkada 27 Juni.

KPU Kota Malang menyatakan belum menerima surat dari KPK terkait kedua calon itu diizinkan menggunakan hak suaranya. Ada dugaan kedua calon Walikota terduga korupsi tersebut golput.

“Sampai saat ini KPU belum menerima surat dari KPK terkait adanya keringanan bagi keduanya untuk menyalurkan hak suaranya di TPS, meskipun keduanya terdaftar sebagai pemilih tetap,” kata Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husein, Senin (25/6).

Meski pihaknya belum mendapatkan surat dari KPK, Ashari mmengaku tidak akan memberikan perlakuan khusus dengan mengirimkan petugas ke tempat mereka ditahan. Apalagi, KPU Kota Malang juga tidak mengetahui keberadaan mereka ditahan.

“Kami tidak mengetahui persis posisi kedua calon Walikota nomor urut 1 dan 2 itu. Apakah di Jakarta apakah di Surabaya,” tandasnya.

Bagi KPU, calon Walikota dan calon Wakil Walikota Malang mempunyai hak yang sama dalam menggunakan hak pilihnya di TPS mereka terdaftar. Sehingga tidak ada perbedaan atau perlakuan istimewa bagi pasangan calon.

“Mereka dapat undangan (form C-6) ke rumah masing – masing. Terlepas mereka tidak memenuhi hak pilihnya atau tidak, ya terserah,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK, Yaqud Ananda Gudban dan Mochammad Anton mencalonkan diri sebagai calon Walikota Malang di Pilkada 2018.

Yaqud Ananda Gudban yang berpasangan dengan Ahmad Wanedi mendapat pasangan nomor urut 1. Sedangkan, Anton yang berpasangan dengan Syamsul Mahmud mendapat nomor urut 2. Satu pasangan nomor urut 3 yakni Sutiaji dengan Sofyan Edi Jarwoko.

Namun, pascapendaftaran dan penetapan calon oleh KPU Kota Malang, KPK turun gunung dan menyelidiki kasus dugaan korupsi suap pembahasan APBD tahun anggaran 2015.

Hasilnya, calon Walikota pasangan nomor urut 1 Yaqud Ananda Gudban dan nomor urut 2, Mochammad Anton ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK bersama 18 anggota DPRD lainnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.