Dinilai Rawan Penyakit, Peternak Tolak Sapi India

0

MEDIA MALANG – Para peternak yang tergabung dalam kelompok peternak sapi potong Jatim menolak kebijakan impor sapi dari India. Mereka menyangsikan kesehatan sapi impor itu.

Pembina Kelompok Peternak Sapi Potong Malang Raya Hermanto mengemukakan pemerintah seharusnya tegas terkait dengan kebijakan impor sapi dari India itu. “Harusnya ada ketegasan untuk menolak sapi impor dari India, sebab belum sepenuhnya bebas penyakit kuku dan mulut,” katanya, Kamis hari ini.

Hermanto yang ditemui dalam kegiatan sarasehan kelompok peternak sapi potong Jatim di sebuah hotel Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang itu mengatakan kerugian bukan hanya akan terjadi pada pemerintah, tapi juga peternak jika pemerintah tidak bijak terkait impor sapi itu.

Harga sapi dari India sangat murah, sehingga harga sapi lokal pasti akan terkena imbas. Terlebih lagi, saat ini harga daping sapi juga belum stabil, sehingga jika memaksa impor sapi dari India, akan banyak yang menjadi korban. Rata-rata harga sapi lokal antara Rp.25 juta sampai Rp.30 juta, tergantung besar atau kecilnya tubuh sapi.

Saat ini terdapat sekitar 380 kelompok peternak sapi di Malang Raya binaan badan itu, dan semuanya sepakat menolak rencana impor tersebut. Usaha peternakan saat ini sedang berusaha dikembangkan, di antaranya bekerjasama dengan industri besar dengan sumber pembiayaan dari bank.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang Sudjono mengatakan, stok sapi di daerahnya surplus. Bahkan, sapi dari Malang juga dikirim hingga ke luar daerah. Ia berharap, nantinya ada jalan keluar terbaik. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor   : Puspito Hadi

Comments are closed.