Viewed 6 Times

Dinas Pendidikan Minta Guru Awasi Murid Antisipasi Penggunaan Zat Berbahaya

0

MEDIA MALANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, meminta guru lebih intensif lagi mengawasi murid-muridnya, sebagai upaya mengantisipasinya penggunaan zat-zat berbahaya. Kebijakan itu dilakukan menyusul laporan murid yang kedapatan menghisap vape di belakang sekolahnya, awal pekan lalu.

“Saya sudah meminta kepala sekolah dan guru mengawasi secara ekstra orang-orang yang berjualan di sekitar sekolah, guna mengantisipasi makanan dan minuman yang mengadung zat kimia berbahaya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M Hidayat pada wartawan, Senin (18/9).

Pihaknya prihatin dengan temuan pelajar SD yang menghisap vape di belakang sekolah. Ia berharap, para guru juga lebih mengawasi anak-anak didiknya, agar hal serupa tidak terjadi. Terlebih lagi, jika mereka terpengaruh narkoba.

Dinas pendidikan juga sudah menggandeng badan narkotika nasional (BNN), kejaksaan negeri, kepolisian, serta tokoh agama untuk sosialisasi tentang narkoba. Dampak penggunaan narkoba sangat besar, sebab bisa merusak tubuh. “Narkoba tidak hanya akan merusak organ tubuh pada manusia, tapi juga akan merusak mental generasi muda, bahkan sanksi hukumnya juga sangat berat jika terbukti mengkonsumsi narkoba,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan pengawasan tidak hanya melibatkan guru, melainkan partisipasi orangtua juga sangat diharapkan. Dari berbagai laporan, pergaulan anak-anak di laur jam sekolah tidak selalu terpantau oleh guru.

Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kedapatan menghisap vape di belakang sekolahnya, Selasa (12/9). Kejadian itu awalnya diketahui oleh guru dan dilaporkan ke polisi untuk dilakukan pembinaan.

Cairan yang dihirup siswa menggunakan vape itu diduga adalah bahan kimia. Namun setelah diperiksa, cairan itu merupakan cairan susu. Cairan itu dimasukkan dalam botol bekas vape ditutup kapas lalu dinyalakan lalu dihirup.

Secara medis cairan tersebut tidak berbahaya. Tapi, memanfaatkan vape dan menghirupnya akan menjadi kebiasaan buruk bagi siswa.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Malang Inspektur Dua (Ipda) Ahmad Taufiq mengemukakan pembinaan terus dilakukan. Polisi sengaja ke lapangan dialog dengan anak-anak tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang.

“Karena pelakunya masih anak-anak di bawah umur, kami mengajak berbicara anak-anak dan para orangtua melakukan pendekatan dari hati ke hati. Dan sudah seharusnya orangtua mengetahui dengan siapa anak-anak mereka berteman, mengetahui perkembangan media sosial yang di follow oleh anak-anak,” kata Ahmad. (*)

Penulis : Cahyono

Editor  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.