Di Malang, Harga Beras Mulai Turun

0

MEDIA MALANG -Di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Malang, Jawa Timur, harga komoditas beras kini mulai stabil, bahkan cenderung turun sekitar Rp200. Penurunan harga itu juga disambut baik masyarakat, yang mulai kewalahan membeli bahan pokok, karena cenderung tingggi.

Misalnya di Pasar Singosari, Kabupaten Malang, harga beras medium di tingkat pengecer Rp.11.800 per kilogram dari sebelumnya rata-rata Rp.12.000 per kg. Harga beras kemasan bengawan Rp.12.100 per kg, beras mentik Rp.11.600 per kg dan IR64 Rp.10.800 per kg.

Pemerintah Kabupaten Malang terus memantau harga beras di pasaran. Dalam kurun beberapa waktu terakhir, harga beras cenderung naik. Salah satunya dipicu panen raya yang belum terjadi.

“Pemkab terus memantau perkembangan harga mulai petani hingga pedagang. Bahkan, kami memastikan stok pangan dalam kondisi mencukupi kebutuhan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Malang, Agus Priyanto.

Menurut dia, stok memang dipastikan aman bahkan surplus hingga 84 ribu-85 ribu ton. Namun, dengan surplus itu, harga beras di pasar juga tinggi.

Pihaknya berinisiatif agar stok pangan yang ada harus dipastikan benar-benar aman di tahun mendatang. Caranya dengan membangun lumbung pangan.

“Lumbung pangan sekarang hanya 45 lokasi. Jumlah itu kurang ideal, sebab Kabupaten Malang memiliki 378 desa dan 12 kelurahan. Kalau bisa mebangun 10 lumbung per tahun,” ujarnya.

Walaupun harga beras tinggi di Kota Malang, warga tetap membelinya, sebab untuk makan sehari-hari. Mereka juga berharap pasokan selalu lancar, untuk stok pangan.

“Bagi pembeli, banyak pilihan beras. Memang, sekarang mulai turun,” tegas Cahyono, warga Kota Malang. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.