Viewed 28 Times

Densus Tangkap Terduga Teroris di Kampung Inggris Kediri

0

MEDIA MALANG – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Senin hari ini.

Informasi yang dihimpun, terduga teroris yang ditangkap itu berinisial MB (36), warga Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Ia selama ini tinggal di Asrama Putra “Umar” Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Di tempat itu, ia ikut kursus Bahasa Arab.

Tim sudah mulai melakukan pengintaian sejak pukul 10.00 WIB. Petugas dengan mengenakan pakaian preman menunggu target. Setelah beberapa lama pengintaian, petugas mendapati MB mengendarai sepeda angin dari arah timur ke barat, dan setelah memastikan, petugas pun langsung menangkapnya.

Kepala Polres Kediri AKBP Sumaryono mengakui, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap satu orang. Namun, ia mengatakan pihaknya hanya melakukan pengamanan dari penindakan oleh tim tersebut.

“Tadi diamankan satu orang oleh densus dan saat ini dilakukan penyidikan intensif. Terkait ini, kami hanya membantu, sepenuhnya ditangani Mabes Polri,” katanya pada wartawan.

Kapolres mengaku belum tahu persis profil terduga yang diatangkap petugas itu. Ia pun belum mengetahui dengan pasti, barang apa saja yang disita petugas.

“Untuk barang bukti, kami belum mengetahui dengan pasti, jadi semua di bawah koordinasi densus, kami hanya ‘Back up’ saja,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Asrama Putra “Umar” Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Muh Lutfi Hakim mengatakan, MB baru satu bulan tinggal di asrama ini. Ia mengambil kursus selama dua bulan, dan April nanti berencana pulang.

Ia pun mengaku tidak curiga dengan sikap MB, sebab selama ini aktivitasnya baik dan tidak pernah mencurigakan. “Kami tidak menaruh curiga ke anaknya, jadi kegiatan sehari-hari ikut. Anaknya normal, seperti anak-anak yang lain, juga ikut kegiatan,” ungkapnya.

Lutfi pun mengaku kaget ada polisi yang masuk ke asrama. Ia tidak menyangka polisi menangkap MB, seorang terduga teroris. Ia pun berjanji, ke depan akan lebih selektif lagi menerima murid untuk ikut kursus.

Penangkapan itu mengundang perhatian warga. Mereka datang berduyun-duyun memadati lokasi asrama tersebut. Bahkan tidak sedikit warga yang mengabadikan peristiwa itu dengan merekam lewat telepon selulernya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.