Viewed 20 Times

Densus 88 Tangkap Warga Malang Diduga Jaringan Abu Jandal

0

 

MEDIA MALANG – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menangkap seorang pria berinisial KI (41), warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pria yang bekerja sebagai sopir ini diduga terlibat kelompok Jaringan Abu Jandal dan bergabung dengan ISIS di Suriah.

Informasi yang dihimpun, Densus 88 telah melakukan penangkapan sekitar jam 09.31 WIB, tepatnya di Jalan Yulius Usman, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (9/12). KI langsung dibawa ke mako Brimob Ampeldento Malang untuk Interogasi lebih lanjut.

Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Dodot Dwianto mengemukakan telah dimintai bantuan untuk pengamanan. “Tadi dimintai bantuan pengamanan dari rekan – rekan Densus untuk menggeledah salah satu rumah di Jalan Yulius Ustman. Untuk penjelasan lebih lanjut secara riil data itu belum kami terima. Kami hanya bantu pengamanan,” katanya pada wartawan.

Masih belum diketahui dengan pasti kondisi KI saat ini. Namun, dari informasi, KI diketahui pernah berangkat ke Suriah sekitar 2013. Ia berangkat dari Malang bersama dengan rekannya, naik pesawat. Dalam perjalannya, sempat bertemu dengan rombongan yang lain di Jakarta salah satunya adalah Salim Mubarok alias Abu Jandal.

KI berangkat ke Suriah setelah sering mengikuti kajian dari Ustaz Andry Kurniawan di sebuah masjid daerah Sukarno Hatta, Kota Malang. Pada saat mengikuti kajian tersebut juga bertemu dengan Abu Jandal dan oleh Abu Jandal di tawari untuk berangkat ke Suriah.

Merasa tergiur ingin menjadi pekerja sosial membantu korban perang, akhirnya ia memutuskan untuk berangkat. Ia berangkat serta dengan rekannya serta Abu Jandal serta sejumlah orang lainnya menuju Turki (transit di Singapura). Setelah dari Turki masuk ke Suriah melalui jalur darat dengan jalan kaki.

Saat berangkat ke Suriah, KI sempat diberi uang sebesar Rp.1 juta oleh seorang warga, Kota Malang, namun uang tersebut diberikan keluarganya.

Namun, sesampainya di Suriah tidak sesuai keinginan. Niatan awal ingin membantu korban perang (sosial) namun ternyata diminta untuk mengikuti pelatihan militer. Saat itu, KI tidak mengikuti pelatihan militer karena sakit setelah ditendang oleh instruktur.

Informasi lainnya, Ki ke Suriah diketahui tanpa sepengetahuan istri maupun orangtua. KI berpamitan untuk kerja di Saudi.

Selain melakukan interogasi, tim juga melakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan. Sejumlah barang milik yang bersangkutan misalnya sepeda motor, uang tunai Rp.65 ribu, sejumlah kartu dan beberapa barang lainnya. Saat ini, yang bersangkutan masih diperiksa intensif petugas. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.