Viewed 8 Times

Densus 88 Geledah Dua Lokasi di Malang, Diduga Terlibat Jaringan Teroris

0

MEDIA MALANG – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah dua rumah di lokasi berbeda wilayah Kabupaten Malang, pada Selasa (15/5). Penggeledahan itu untuk mengungkap jaringan teroris kasus peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Penggeledahan pertama dilakukan di Perumahan Banjararum Asri Blok BB No. 9 RT 15 RW 11 Desa Banjararum Kecamatan Singosari. Rumah lainnya yang digeledah terletak di sebuah rumah kontrakan, RT 26 RW 9 Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso.

Dalam penggeledahan rumah di Perumahan Banjararum Asri tersebut, tim mengamankan dua orang, yaitu Syamsul Arif Alias Abu Umar (37) dan Wahyu Mega Wijayanti (40). Pasangan suami istri tersebut diketahui tinggal selama dua bulan terakhir bersama seorang anak Aul (14).

Penggeledahan dilakukan pada Selasa (15/5) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas membawa pasangan suami istri itu dan kini hanya tinggal anak mereka.

Fatmawati, salah seorang tetangga mengaku, dalam kesehariannya, mereka sangat tertutup, bahkan tidak pernah bertegur sapa dengan tetangga di lingkungan perumahan. Bahkan seluruh fentilasi depan rumah ditempeli potongan kain terpal. Demikian juga halaman belakang rumah itu, juga ditutup terpal.

Ia juga mengatakan, perempuan yang tinggal di dalam rumah tersebut juga mengenakan cadar, sehingga warga tidak mengetahui secara jelas wajahnya.

“Saya tidak tahu nama orang itu. Baru kontrak rumah dua bulan ini,” ujarnya pada wartawan.

Penggeledahan di rumah kontrakan Dusun Turirejo, Kabupaten Malang, petugas juga mengamankan pasangan suami istri, Sri Winarti (38) dan Kristianto (41). Keduanya tinggal serumah bersama dua anaknya, yakni Far dan Syaf, yang masih berumur 13 tahun dan 8 tahun.

Menurut warga sekitar, petugas membawa dua kardus dari rumah itu, namun isinya apa mereka tidak tahu. Warga juga belum mengerti, apakah mereka dibawa karena terkait dengan jaringan terorisme atau bukan.

Ketua RT 26 RW 9 Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Nurhadi mengungkapkan keduanya sebenarnya sempat lapor ke RT sebagai warga baru pada 18 Juli 2017. Dalam kesehariannya, mereka juga diketahui memang tertutup dengan tetangga, tapi sering menerima tamu dari luar kampung.

“Warga tidak mengenal tamu mereka,” katanya.

Kepolisian Resor Malang membenarkan ada penggeledahan di dua lokasi oleh Densus 88, yakni di Banjararum dan Karangploso.

“Betul ada dua tempat. Di Banjararum dua orang, di Karangploso satu orang. Untuk konfirmasi lebih jelasnya silahkan ke Polda atau Mabes,” tegas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.