Viewed 315 Times

Burung Elang Migrasi, Pegunungan Batu Jadi Tempat Singgah

0

MEDIA MALANG – Ribuan burung Elang asal Tiongkok, Korea, dan Jepang migrasi dari tempat mereka singgah, tepatnya di belahan bumi utara dan selatan melintas di Pulau Jawa. Pegunungan di Kota Batu, termasuk salah satu lokasi yang menjadi tempat singgah saat migrasi Elang yang rutin terjadi setiap tahun itu.

Pengamat burung Elang dari ProFauna Indonesia, I Made Astuti mengemukakan migrasi tersebut memang dilakukan setiap tahun, sebab cuaca di belahan bumi bagian utara sedang musim dingin. “Mereka mencari tempat yang lebih hangat, karena Elang butuh udara hangat untuk terbang. Selain itu, ketika cuaca dingin mereka juga kesulitan mencari pakan,” ujarnya kepada wartawan saat pengamatan migrasi burung Elang di Gunung Banyak, Batu, Kamis siang.

Ia mengatakan, migrasi itu terjadi setiap September sampai Januari. Di bulan itu, setiap hari bisa dilihat kumpulan Elang yang migrasi melintas berbagai negara, salah satunya juga melintas di Pulau Jawa. Bahkan, tidak jarang mereka juga singgah di pegunungan yang ada di Kota Batu.

“Selain Pulau Jawa, mereka juga migrasi ke beberapa perbukitan lain misalnya Bali, Flores, dan sejumlah daerah di Tanah Air,” urainya.

Setiap kali migrasi, kata dia, terdapat puluhan ribu burung Elang. Pada pengamatan 1996, diketahui burung Elang yang migrasi sampai lebih dari 20 ribu ekor, dengan beragam jenis. Dengan jumlah itu, diperkirakan setiap hari burung Elang yang melintas karena migrasi bisa mencapai 1.000 sampai 3.000 ekor.

Namun, Astuti memperkirakan saat ini burung Elang yang migrasi dengan jalur Indonesia jumlahnya semakin berkurang, hanya sekitar 10.000 ekor. Ia menduga, sedikitnya burung yang melintas itu, karena lokasi yang tidak lagi nyaman untuk mereka singgahi.

“Sayangnya beberapa tahun terakhir ini lebih sedikit, mungkin sekitar 10 ribuan. Salah satu faktornya karena kerusakan alam,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, dengan migrasi burung itu membawa keuntungan tersendiri. Burung Elang dikenal sebagai predator, sehingga mampu membantu mengendalikan populasi hama di Indonesia, misalnya belalang, tikus dan bajing. “Secara ekologi yang seharusnya bisa berfungsi mengendalikan hama di Indonesia, justru mereka tidak lewat. Burung elang itu membutuhkan hutan atau tempat singgah untuk bermalam mencari makan, jika hutan habis, akan sulit juga untuk singgah,” paparnya.

Astuti juga menambahkan, burung Elang termasuk burung yang dilindungi. Secara keseluruhan, populasi burung ini di Indonesia mencapai 70 jenis yang tersebar di Sumatera dan Bali, sementara di Sunda terdapat 43 jenis, dan di Pulau Jawa sendiri terdapat 19 jenis burung Elang. Di Batu, burung-burung ini biasanya singgah di Gunung Biru maupun Anjasmoro, sementara pengamatan Elang ini bisa dipantau dengan teropong di Gunung Banyak. Namun, secara kasat mata, burung-burung ini juga bisa terlihat dengan ketinggian sekitar 30 meter. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.