Bupati Rendra Bantah Terima Gratifikasi

0

MALANG, MEDIAMALANG.COM – Bupati Malang Rendra Kresna membantah bahwa dirinya menerima uang gratifikasi dalam proyek Dana Alokasi Pendidikan (DAK) 2011, yang saat ini diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tidak menerimanya (gratifikasi. Namun, saya bertanggung jawab kalau ada kesalahan-kesalahan di dinas-dinas kami, terutama di dinas pendidikan, dan kemudian ada yang menguntungkan orang lain,” katanya di Malang, Jumat (12/10).

KPK telah menetapkan status tersangka pada Bupati Malang Rendra Kresna. KPK menjeratnya dengan dua sangkaan yaitu suap dan gratifikasi. Total penerimaan uang Rendra disebut KPK Rp.7 miliar.

Wakil Ketua KPK Saut Situmoran mengungkapkan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dua dugaan tindak pidana korupsi yaitu suap dan gratifikasi terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Proses penyidikan terkait Bupati Malang Rendra Kresna tersebut telah dimulai KPK sejak 4 Oktober 2018. Empat hari kemudian atau pada 8 Oktober 2018, KPK memulai penggeledahan dengan total sekitar 22 lokasi.

Beberapa lokasi yang digeledah seperti Pendopo Bupati Malang, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rumah Dinas Bupati, hingga Kantor Korwil Jawa Timur NasDem. Dari lokasi-lokasi itu, tim KPK menyita dokumen, bukti elektronik, hingga uang tunai.

Total penerimaan uang Bupati Rendra disebut KPK hingga Rp.7 miliar. Pemanfaatan uang itu diduga untuk membayar utang dana dana kampanye yang sudah dikeluarkan sebelumnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.