Bupati Malang Rendra Kresna Mundur dari Nasdem Jatim

0

SURABAYA, MEDIAMALANG.COM – Ketua DPW Nasdem Jatim yang juga Bupati Malang Rendra Kresna mundur dari jabatannya menyusul adanya penggeledehan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penggeledahan di pendopo, Senin (8/10) malam.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Komunikasi dan Media Willy Aditya mengemukakan, saat ini Ketua Umum DPP Partai NasDem telah menerima pengunduran diri Rendra Kresna sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur.

“Dalam surat pengunduran dirinya, Rendra Kresna menyebutkan bahwa pengunduran dirinya didasarkan oleh rasa tanggung jawab atas penggeledahan pendopo Kabupaten Malang oleh KPK yg berlangsung malam hari ini,” katanya dalam rilis yang tersebar di grup WhatsApp, Senin malam.

DPP Partai Nasdem, kata dia, juga mempersilakan KPK untuk melanjutkan proses hukum jika diharuskan.

“Dalam suasana keprihatinan ini DPP Partai Nasdem mempersilakan KPK untuk melanjutkan proses hukum dengan tetap mengedepankan rasa keadilan bagi setiap warga negara,” kata dia.

Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Malang, di Jalan Agus Salim, Kota Malang, Senin. Namun, hingga kini masih belum diketahui perkara apa yang diselidiki KPK hingga melakukan penggeledahan di pendopo tersebut, pada Senin (8/10) malam.

KPK juga menggeledah rumah dinas Bupati dan menyita sejumlah dokumen dari pendopo tersebut. Namun, hingga kini masih belum diketahui perkara yang diselidiki KPK.

Sementara itu, Bupati Malang Rendra Kresna mengaku dirinya masih berada di Surabaya dan baru perjalanan menuju ke Malang begitu mendengar ruang kerjanya digeledah.

“Tadi memang rumah dan kantor saya, kebetulan dalam satu tempat dengan rumah dinas ada penggeledahan dan beberapa bukti juga diambil. Saya tadi menandatangani satu berita acara penggeledahan dan berita acara barang bukti,” kata Bupati.

Bupati Rendra juga mengaku tidak mengetahui dnegan persis kasus yang saat ini ditangani oleh KPK. Namun, dirinya mengakui pernah dipanggil oleh KPK terkait dengan perkara dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan 2011. Tim penyidik juga sempat menunjukkan sejumlah dokumen, namun dirinya tidak detail membacanya.

Selain menggeledah ruang kerja Bupati, tim penyidik juga menggeledah rumah dinasnya. Namun, Bupati Rendra mengaku tidak menyaksikan secara langsung penggeledahan rumah dinas dan hanya menunggu di pendopo.

Proses penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut berlangsung sekitar dua jam. Tim penyidik di pendopo hingga jam 20.30 WIB lalu meninggalkan lokasi. Mereka juga mendapatkan kawalan yang ketat dari anggota polisi, tanpa mau dikonfirmasi. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.