BUMN Bangun Rumah Tahan Gempa

0

MEDIA MALANG – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi membangun rumah tahan gempa untuk merehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Saat meninjau lokasi gempa di wilayah Lombok, Menteri BUMN Rini Sumarno mengatakan bahwa, keterlibatan BUMN ini merupakan bagian dari komitmen kami, hadir untuk negeri.

“Hingga hari ini, bantuan BUMN untuk para korban dan pemulihan daerah terdampak gempa terus mengalir dan bertambah. Kami berharap bantuan BUMN ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa bumi di Lombok, sekaligus dapat mendukung upaya-upaya penanganan pasca bencana ini,” kata Rini di Posko Sembalun, NTB, Minggu (26/8).

Menteri Negara BUMN Rini Soemarno kembali mengunjungi Lombok untuk meninjau peran aktif perusahaan negara yang telah membantu korban bencana gempa, sekaligus mendorong upaya pemulihan pasca bencana.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rini Sumarno didampingi Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survey dan Konsultan Gatot Trihargo, Deputi Bidang Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank BNI ahmad Baiquni, Jajaran Direksi Pertamina, Telkom, PLN, PPI, Semen Indonesia, ITDC dan Pertamedika.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, hingga saat ini tercatat sudah ada 50 BUMN yang telah bersinergi menyalurkan bantuannya bagi para korban dengan nilai total mencapai Rp 13,2 miliar. Ke-50 BUMN tersebut yakni Bank Mandiri, Pertamina, Bulog, Wijaya Karya, ITDC, Bank BRI, Kimia Farma, Bank BNI, PLN, Jasa Raharja, Telkom, Jasindo, Askrindo, Adhi Karya, Pegadaian, Jasa Marga, Pelindo I, Perumnas, KAI, Garuda Indonesia, Hutama Karya, Sucofindo, Pelni, PT Pos, PGN, Indah Karya, PT Bima Bisma Indra, Angkasa Pura I, INKA, Dahana, Balai Pustaka, Perum Jasa Tirta II, Semen Indonesia, Indra Karya, PTPN Holding, Krakatau Steel, Jamkrindo, Pupuk Indonesia, Brantas Abipraya, Taspen, Djakarta Lloyd, PAL Indonesia, Inalum, Perindo, Waskita Karya, Patra Jasa, Jiwasraya, Perumnas, dan PT Kawasan Industri Medan (KIM), Pelindo III dan Pindad.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, pada pengelolaan bencana gempa di Lombok, Bank Mandiri membantu mengkoordinasi penyaluran bantuan dan rehabilitasi pasca Gempa.

Pada tahapan rehabilitasi, lanjut Kartika, BUMN akan bersinergi membangun rumah tahan gempa bagi masyarakat yang terdampak.

“Pada tahap awal, sekitar 100-200 rumah tahan gempa akan dibangun oleh BUMN, yang lokasinya akan berkoordinasi juga dengan pihak terkait, termasuk BNPB,” ujar Kartika.

Sebelumnya, BUMN telah bersinergi mendirikan 38 posko bantuan untuk mendukung penanganan gempa. Selain bahan pokok, perusahaan-perusahaan milik negara juga memberikan bantuan kesehatan dan tenaga medis, ambulance, trauma center, layanan keuangan, alat berat hingga layanan energi. Posko-posko BUMN yang dibangun berada di wilayah Mataram, Kecamatan Gunung Sari, Senggigi, Pemenang, Sembalun, Bayan, Madayin, Kayangan, Sambelia, Batukliang Tanjung dan Gangga.

Tak hanya itu, dalam berupaya memastikan keberlangsungan kebutuhan dasar dan roda perekonomian setempat, PT Telkom juga memastikan pelayanan telekomunikasi tetap berjalan dengan layanan telepon dan SMS gratis, layanan charger, hingga SIM card gratis. Adapun upaya lainnya seperti layanan energi oleh Pertamina, layanan listrik oleh PLN, layanan logistik bantuan oleh Pos Indonesia, layanan perbankan oleh Himbara, layanan pelayaran oleh ASDP dan Pelni, layanan sembako oleh Bulog hingga layanan transportasi udara oleh Angkasa Pura I dan Garuda Indonesia.

Selain itu, BUMN juga telah mengirimkan bantuan 33 ton baja lapis seng untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan material bahan bangunan tersebut diberikan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebanyak 20 Ton dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia/PPI (Persero) sebanyak 13 ton. Pengiriman material baja lapis seng tersebut menggunakan pesawat bantuan dari Perancis, yaitu Airbus A400 yang diberangkatkan dari lapangan udara Halim Perdana Kusuma pada Jumat (24/08).

Secara teknis, spesifikasi bantuan material yang dikirimkan adalah jenis CRC dengan spesifikasi BjDC 1R dengan ketebalan 0,2 mm dan 0,25 mm serta lebar 914 mm. Baja tersebut kemudian dilapisi dengan galvalum (alumunium, zinc) dan galvanis (zinc) dengan ukuran panjang akhir masing-masing 1829 mm dan 3000 mm. Sebagai acuan dasar, jika lembaran baja dengan panjang 3 meter sebanyak 7.500 lembar, dapat digunakan untuk mengatapi sekitar 450 rumah tipe 45 atau 700 rumah tipe 21. Bantuan ini bertujuan untuk menjaga harga bahan material bangunan di Lombok dan sekitarnya agar tidak melambung tinggi.

Bank Mandiri juga telah menerjunkan ratusan relawan untuk mendukung penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Barat. Relawan yang terdiri dari pegawai Bank Mandiri di berbagai daerah itu membantu evakuasi dan penyiapan dapur umum di lokasi terdampak gempa.

Kartika mengemukakan, selain menerjunkan relawan, Bank Mandiri juga menyiapkan layanan perbankan bergerak (Mandiri Mobile) di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Layanan tersebut untuk membantu memudahkan kebutuhan transaksi keuangan di daerah yang terdampak gempa. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : kontan

Comments are closed.