Buku TK Disusupi Muatan Radikal, Pemerintah Tak Lakukan Penarikan

0

MEDIA MALANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan tidak bisa melakukan penarikan buku paket pelajaran Taman Kanak-Kanak (TK) yang mengandung muatan radikal, karena buku-buku tersebut bukan dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kami tidak bisa menarik dan yang akan kami lakukan adalah melakukan pelarangan. Hari ini, akan keluar (larangan). Kami akan mencari dasar-dasarnya dan jika memang terbukti, kami akan larang,” ujar Anies di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dilansir cnnindonesia.com

Anies mengaku telah mengirim tim untuk melakukan penelusuran di Taman Kanak-kanak (TK) tempat buku-buku itu beredar, namun pihaknya belum mendapatkan laporan hingga saat ini.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumardi mengatakan, buku paket pelajaran TK yang diketahui mengandung muatan radikal bukan dikeluarkan oleh pihaknya.

“Kami yakin buku tersebut dibuat tidak melalui prosedur yang ditentukan oleh Kemendikbud. Lagipula, sesuai ketentuan yang berlaku, tidak ada kewajiban membaca di level Taman Kanak-Kanak,” kata Tjipto saat dikonfirmasi CNN Indonesia.

Ia pun mengatakan bahwa dirinya belum pernah melihat buku tersebut. Kendati demikian, Tjipto mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) agar buku tersebut dapat ditarik dari peredaran.

“Secara pribadi saya baru tahu kemarin dari laporan masyarakat dan kami sedang berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda Ansor mengaku telah menemukan buku paket pelajaran pra-sekolah dasar yang isinya dapat disebut mengandung ajaran Islam radikalisme yang membahayakan. Buku tersebut berjudul Anak Islam Suka Membaca jilid 1,2,3,4, dan 5.

DPP GP Ansor, kata dia, sudah mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kapolri, perihal temuan buku tersebut dan memintanya untuk menarik buku-buku tersebut dari peredaran.

“Kami sudah mengirimkan surat ke Mendikbud dan Kapolri, pada Selasa kemarin,” katanya.

Menurut Benny, GP Ansor meminta Kemendikbud dan Polri dapat bersikap tegas, karena buku-buku “Anak Islam Suka Membaca” itunya mengandung ajaran radikalisme.

Sekretaris Jenderal DPP GP Ansor, Abdul Rohman mengatakan, buku “Anak Islam Suka Membaca” jilid 1,2,3,4, dan 5, isinya berupa pelajaran membaca bagi murid TK.

Namun, di antara susunan kata-kata dalam buku tersebut, kata dia, ada kata-kata yang mengandung ajaran radikalisme yang dapat membahayakan. “Apalagi, bagi anak-anak usia TK,” katanya.

Rohman mencontohkan, pada jilid lima, ada kata-kata “sa-hid di me-dan ji-had” serta “se-le-sai ra-ih ban-tai ki-yai”. Pada jilid empat, ada kata-kata, “mu-na-fik”, “bom”, dan “ha-ti ha-ti man-haj ba-til”.

Buku tersebut kata Rohman ditulis dan diterbitkan oleh penerbit Pusaka Amanah yang beralamat di Jalan Cakra, Surakarta. Buku diterbitkan pertama kali yakni cetakan pertama tahun 1999 dan diterbitkan terbaru cetakan ke 160 pada 2015. (*)

Editor :Puspito Hadi

Sumber : cnnindonesia.com

Comments are closed.