Viewed 6 Times

BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

0

MEDIA MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan yang kemungkinan melanda saat kemarau, mengantisipasi bencana kekeringan.     

Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengemukakan di Kabupaten Malang terdapat beberapa titik rawan terjadinya bencana kekeringan, salah satunya di Malang Selatan. Pesisir pantai sering terjadi kesulitan air setiap musim kemarau tiba seperti sekarang ini.

“Di wilayah Malang Selatan terdapat pegunungan kapur, sehingga ketika kemarau tiba warga di sekitar pantai dan pegunungan akan mengalami kekeringan air,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (11/9).

BPBD, kata dia, sudah melakukan pemetaan wilayah yang dari tahun ke tahun mengalami kekeringan air terutama saat kemarau. Beberapa daerah itu seperti di wilayah Malang Utara, tepatnya Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, serta Desa Jabung dan Desa Kemiri, Kecamatan Jabung.

Sedangkan di wilayah Malang Selatan ada enam desa yang tersebar di tiga kecamatan juga mengalami ketika musim kemarau. Begitu juga di wilayah  Malang Barat seperti Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang masuk dalam pemetaan BPBD rawan kekeringan.

“Kekeringan di Kabupaten Malang tentunya tidak menyeluruh, namun ada titik-titik tertentu karena dilihat kontur wilayahnya. Sehingga dengan wilayah yang sulit air, maka kami akan memeberikan bantuan air bersih melalui mobil tangki,” ujar  Bambang.

Meski sudah memiliki data daerah rawan kekeringan BPBD tetap melakukan pemantauan di setiap wilayah yang tersebar di 33 kecamatan. Dampak kekeringan pada musim kemarau, untuk daerah yang sebelumnya tidak mengalami kekeringan bisa saja untuk tahun ini mengalami kekeringan.

Pihaknya juga sudah meminta kepala desa (kades) untuk memberikan laporan pada BPBD jika di wilayah desanya terjadi kekringan.

“Dan sebaliknya, ada beberapa daerah yang pada tahun-tahun sebelumnya mengalami kekeringan air, dan kini sudah banyak air. Karena telah dilakukan penanaman pohon dengan penghijauan untuk menjaga sumber air. Dan ada juga daerah yang masuk dampak kekeringan, warga secara swadaya mengebor sumur sehingga tidak kekuarangan air,” jelasnya.

Bambang menegaskan, sudah mempersiapkan truk tangki yang berkapasitas 5000 liter-8000 liter, untuk mendistribusikan air di daerabh yang membutuhkan air bersih.

“Truk tangki kami persiapkan selama 24 jam, sehingga sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan air, saat itu juga truk tangki itu meluncur ke lokasi kekeringan,” kata dia.

BPBD Kabupaten Malang memiliki tiga truk tangki, dan dua tangki portable yang bisa menaikan tangki ke truk atau ke mobil pikup. Dalam pendistribusian air bersih akan dibantudibantu petugas dari instansi lainnya. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

 

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.