BNPB Sebut Gempa Bumi di Donggala Perlu Penanganan serius

0

PALU, MEDIAMALANG.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penanganan akibat gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,4 perlu penanganan yang serius, menyusul terjadinya gelombang tsunami di daerah tersebut.

“Kepala BNPB bersama pejabat BNPB berangkat ke Palu pada malam ini melalui Makassar kemudian melanjutkan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helikopter,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima, Sabtu (29/9).

Pihaknya mengungkapkan Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari daerah itu, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helikopter water bombing yang ada di Balikpapan. Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya.

TNI, tambah dia, juga akan mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Doggala. TNI menggerakan tujuh SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan dua pesawat Hercules C-130.

“Basarnas juga akan menggerakan 30 personil beserta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga akan menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat,” kata dia.

Ia juga mengatakan, penanganan pascagempa bumi di Donggala memang harus secepatnya dilakukan. Terlebih lagi, kondisi listrik padam dan menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus.

Bahkan, hingga kini terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan.

“Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut,” jelas dia.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,7 yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) petang.

Pusat gempa diketahui pada 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa bumi tersebut berpotensi tsunami. BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 – 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.

Namun, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pukul 18.36 WIB, pada hari yang sama.

Sementara itu, berdasarkan konfirmasi kepada BMKG, tsunami terjadi menerjang pantai. Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

Beberapa video yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di sosial media mengenai tsunami di Kota Palu dan Donggala adalah benar. Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa.

Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Comments are closed.