Berikut Profil Sutopo Purwo Nugroho BNPB

0

JAKARTA, MEDIAMALANG.COM – Nama Sutopo Purwo Nugroho mungkin terdengar asing di kalangan masyarakat. Namun tidak di kalangan jurnalis.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu kini sedang berjuang melawan kanker Paru-paru.

Penyakit yang ia idap seakan tak ada artinya, ia tetap bekerja. Menyampaikan informasi-informasi seputar bencana yang terjadi. Tak ada humas yang bekerja secepat yang dilakukan Sutopo.

Di dalam grup itu pula ia pertama kali menyampaikan ke wartawan bahwa dirinya mengidap kanker. Satu hari ia harus masuk rumah sakit, masih sempat-sempatnya Sutopo mengirim rilis berita ke grup wartawan.

Berita dirinya mengidap kanker, sangat mengejutkan banyak wartawan. Grup whatsapp yang biasanya berisi info bencana, saat itu banjir ucapan doa dan dukungan agar Sutopo diberikan kesembuhan.

Dikutip dari Wikipedia, DR Sutopo Purwo Nugroho M.Si, APU. merupakan seorang pejabat publik yang berdedikasi tinggi dan dikenal banyak media dan masyarakat luas.

Lahir di Boyolali pada 7 Oktober 1969. Masa kecilnya hidup sederhana. Ayahnya berprofesi Guru SD dan Ibunya sebagai karyawan di Kantor Pengadilan Negeri Boyolali. Menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di Boyolali, kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Geografi UGM. Selanjutnya menamatkan pendidikan S2 dan S3 di IPB Bogor.

Sejak kecil rajin belajar demi membahagiakan orangtuanya. Lulus S1 dengan predikat cumlaude dan tercepat. Menjadi mahasiswa teladan di Fakultas Geografi UGM dan meraih penghargaan dalam Lomba Karya Inovatif dan Produktif Tingkat Nasional selama dua tahun berturut-turut.

Keinginan menjadi Dosen di Fakultas Geografi UGM gagal karena tidak diterima.

Sejak tahun 1995 bekerja sebagai peneliti di UPT Hujan Buatan BPPT dan Teknologi Mitigasi Bencana BPPT. Pada tahun 2010, dipekerjakan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga sekarang.

Kerja keras dan ketekunannya mengantarkan karier di jenjang kepangkatan PNS sangat cepat. Pangkat dan Golongan sebagai Pembina Utama/ IVe diraihnya di usia 42 tahun. Setiap 2 tahun sekali pangkat dan golongannya naik karena prestasi yang diraih.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu juga sebagai Dosen di Pascasarjana UI, IPB dan Universitas Pertahanan. Selain itu juga sering mengajar di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.

Bekerja di BNPB sejak tahun 2010 hingga sekarang.

Sebelumnya adalah Peneliti Utama bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sejak kecil bercita-cita menjadi Guru karena dilatarbelakangi orangtuanya yang berprofesi sebagai Guru SD di Boyolali.

Banyak prestasi dan penghargaan yang diraihnya. Banyak sekali publikasi yang dihasilkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pendidikan :

1. 1977-1983 : SD Negeri I Boyolali
2. 1983-1986 : SMP Negeri I Boyolali

3. 1986-1989 : SMA Negeri I Boyolali

4. 1989-1994 : Sarjana (S1) Fakultas Geografi UGM Yogyakarta

5. 1998-2000 : Master (S2) Program Studi Pengelolaan DAS IPB Bogor

6. 2008-2010 : Doktor (S3) Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB Bogor

Riwayat Jabatan Struktural :

1. 2009-2010 : Kepala Bidang Teknologi Mitigasi Bencana, Pusat Teknologi Pengelolaan Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana BPPT

2. 2010 : Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB

3. 2010-sekarang : Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB

Penghargaan Individu:

1. 1992-1993 : Juara Lomba Karya Tulis Inovatif Produktif Tingkat Nasional dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional 1993 di IKIP Semarang

2. 1993 : Mahasiswa Teladan di UGM

3. 1993-1994 : Juara Lomba Karya Tulis Inovatif Produktif Tingkat Nasional dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional 1994 di ITB Bandung

4. 1994 : Wisudawan terbaik dan cum laude di Fakultas Geografi UGM

5. 1998-2000 : Beasiswa S2 PPKP BPPT

6. 1997 : Satyalancana Karya Satya X Tahun

7. 2012 : Elshinta Award 2011 sebagai Humas Terbaik.

8. 2013 : Elshinta Award 2012 sebagai Humas Terbaik.

9. 2013 : Humas Terbaik Lembaga Publik Pilihan SPS 2013 dalam The Second Indonesia Public Relations Awards and Summit dari Serikat Pekerja Pers (SPS) pada tahun 2013.

10. 2014 : Golden Public Campaigner Award 2014 dari Kantor Berita Politik RMOL.CO.

11. 2014 : 2014 Public Campaigner Award, dari Kantor Berita Politik RMOL.co pada tahun 2014.

12. 2014 : Elshinta Award 2013 sebagai Humas Terbaik

13. 2014 : Anugerah Adi Pramudita, Penghargaan Geograf Indonesia Kategori Pengembangan Terapan Ilmu Geografi dari Ikatan Geograf Indonesia pada 15-11-2014.

14. 2014 : Juara III Diklatpim II Lembaga Administrasi Negara

15. 2017 : Outstanding Spokeperson (Humas Terbaik) dari Asosiasi Media Asing di Indonesia

Penghargaan Saat Memimpin di Unit Kerja:

1. Aplikasi InaSAFE (Indonesia Scenario Assessment for Emergency), mendapat penghargaan juara dunia Open Source Rookie of The Year 2012 dari Black Duck. Meraih Penghargaan bersama Yahoo & Google pada tahun 2012.

2. Film “Takbir Gempa (The Voice of Earthquacke)” sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Asia The Best of Asia Film Festival di Asian Minister Conference of Disaster Risk Reduction ke 5. Mendapat penghargaan dari UNISDR pada tahun 2012.

3. Aplikasi DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia) memperoleh penghargaan Database Bencana Terbaik se Asia-Pasifik dari UNDP (United Nations for Development Programme) pada tahun 2013.

4. Aplikasi Geospasial Bencana memperoleh penghargaan Geopspasial Terbaik dari Badan Informasi Geospasial Tahun 2013.

5. Humas Terbaik Lembaga Publik Pilihan SPS 2013 dari Serikat Perusahaan Pers Tahun 2013.

6. Best IT System 2015 dalam Indonesia Best e-Corp 2015 dari PriceWaterHouse Cooper Indonesia dan Majalah Swa.

7. Asia Geospatial Excellence Award 2017 dari Geosmart Asia. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : tribunnews.com

Comments are closed.