Viewed 135 Times

Presiden Jokowi No Comment Soal Beras Plastik

1358

MEDIA MALANG – Presiden Joko Widodo tak mau berkomentar terkait maraknya beras plastik yang saat ini  beredar di Tanah Air. Presiden menyerahkan sepenuhnya persoalan beras palsu itu ke Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

“Soal beras tanyakan langsung ke Kementerian Perdagangan,” katanya singkat, usai membagikan Kartu sosial dari Pemerintah yakni, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Kartu Untuk Penyandang Distabilitas, Kamis siang, di Pondok Pesantren Bachrul Makhfiroh, Merjosari, Kota Malang.

Secara terpisah, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyatakan Jawa Timur aman dari beras plastik.

Dia memastikan beras sintetis tersebut tidak masuk di wilayahnya. Kendati demikian, Soekarwo tetap meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan tidak lengah melakukan pengawasan.

“Hasil pantuan Disperindag, ternyata belum ditemukan adanya beras palsu atau beras plastik tersebut. Kami harapkan tidak sampai beredar. Saya meminta, Pemerintah dan instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan dengan meminta bantuan Polda Jatim,” ujarnya.

Dia menjelaskan, di Jawa Timur selama ini menjadi lumbung beras yang menyuplai mayoritas kebutuhan beras di Indonesia. Sehingga, kata dia, pintu impor beras ke wilayahnya memang selalu tertutup. Karena itu pula, beras plastik dari China itu tak masuk Jatim.

”Untuk mencegah peredaran beras plastik, kami akan memperketat pintu masuk impor beras dan berupaya menekan harga beras,” tegasnya.

Kata Pakde Karwo (Sapaan akrab Soekarwo,red), munculnya beras sintetis karena beras asli harganya melambung, sehingga masyarakat lebih memilih beras yang harganya murah.

“Kalau harga beras turun maka otomatis yang palsu akan hilang. Tugas kita sekarang ini mengembalikan harga beras tidak mahal dan terjangkau dan tidak muncul beras palsu atau sintetis,” pungkasnya.

Jika terbukti, kasus ini akan tercatat sebagai sejarah di Indonesia, karena baru pertama kali ini ada komoditas tanaman pangan yang dipalsukan dan bebas beredar di pasar secara illegal.

Untuk mengantisipasi merebaknya beras plastik yang diduga berasal dari China itu, saat ini 250 juta penduduk Indonesia yang mengkonsumsi komoditas pangan pokok berupa beras masih menunggu hasil penyelidikan dari Pemerintah.

Keresahan masyarakat akan terobati, jika Pemerintah Indonesia berhasil mengungkap peredaran beras palsu tersebut.

 

Penulis : Dix’s Fibriant

Editor  : Putra Ismail

Komentar Anda

Komentar

Leave A Reply