Viewed 81 Times

Benjolan Muncul di Kepala Bayi Umur 45 Hari di Kabupaten Malang

0

MEDIA MALANG – Benjolan seukuran kepalan tangan orang dewasa muncul di kepala bayi, umur 45 hari anak pasangan Samin (38) dan Syamsita (33), warga Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Ironisnya, untuk perawatan bayi itu, masih belum ditanggung biaya jaminan kesehatan, sebab belum terdaftar.

Ali Usman, salah seorang tetangga mengatakan para tetangga sangat prihatin dengan sakit yang diderita oleh anak Samin tersebut. Terlebih lagi, mereka berasal dari keluarga kurang mampu.

“Para tetangga juga membantu mengumpulkan uang untuk pengobatan bayi tersebut. Orangtuanya belum punya jaminan kesehatan, jadi pengobatan dilakukan secara mandiri,” kata Ali pada wartawan, Rabu.

Dari informasi keluarga, kata dia, bayi tersebut dilahirkan secara normal, pada pada 16 Agustus 2017. Sat ini, usianya masih 45 hari. Namun, beberapa pekan terakhir ini muncul benjolan di bagian kepala si bayi. Semakin hari, ukuran benjolan itu semakin besar. Namun, dokter belum bisa memastikan penyakit yang diderita si bayi.

Saat ini, bayi yang bernama Ahmad Wildan tersebut sudah dibawa ke rumah sakit. Namun, biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan cukup besar. Biaya hasil sumbangan warga terkumpul sekitar Rp.5 juta, dan masih membutuhkan uang lagi.

Zuhdi Ahmadi, dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Kabupaten Malang yang juga mendampingi orangtua bayi tersebut mengatakan berusaha untuk membantu mereka agar mendapatkan prioritas jaminan kesehatan. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu, tapi selama ini belum terdaftar.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan sudah komunikasi dengan perangkat desa, dengan harapan secepatnya memberikan bantuan untuk membantu pengurusan jaminan kesehatan.

“Ini kami koordinasi dengan dinas terkait agar orangtua bayi mendapatkan jaminan kesehatan, dan si bayi segera mendapatkan perawatan,” katanya.

Hingga kini, bayi tersebut masih dirawat di rumah sakit. Keluarga berharap, mendapatkan jaminan kesehatan, sehingga membantu biaya pengobatan. (*)

Penulis : Cahyono

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.