Viewed 78 Times

Ben Anderson, Indonesianis Asal Amerika Meninggal di Batu

0

MEDIA MALANG – Ahli Indonesia dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, Benedict Richard O’Gorman Anderson atau Ben Anderson, meninggal pada Minggu dinihari, 14 Desember 2015. Ben meninggal di Batu setelah mengisi kuliah umum di Universitas Indonesia pada Kamis lalu.

“Meninggal waktu subuh di Batu,” kata Ronny Agustinus, editor Marjin Kiri, Minggu, 13 Desember 2015.

Ia menuturkan Ben sempat jalan-jalan ke Petirtaan Jolotundo, Mojokerto, Jawa Timur. Ben lalu beristirahat di Batu, Malang. “Malamnya, Om Ben sempat bangun terus ke kamar mandi. Dari kamar mandi, tidur lagi terus ngoroknya aneh,” katanya.

Kawannya yang bernama Edu dan sopir berusaha membangunkan tapi tidak bisa. Mereka berpikir, Ben tertidur lelap. Namun, badan Ben mulai membiru dan ketahuan ada yang tidak beres. Mereka menelepon beberapa rumah sakit terdekat tapi tak ada yang menjawab. “Jadi cukup lama enggak tertangani di hotel,” kata Ronny.

Ben, sapaan akrab Benedict, 79 tahun, lahir di Kunmig, Tiongkok, pada 26 Agustus 1936. Dia pernah dilarang masuk ke Indonesia pada zaman Soeharto gara-gara karya tulisnya soal gerakan Partai Komunis Indonesia pada 1965 yang disebut sebagai “Cornell Paper”. Dia baru berkunjung lagi ke Indonesia setelah Soeharto jatuh.

Ben ke Indonesia untuk mengisi kuliah umum bertema anarkisme dan nasionalisme di kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 10 Desember 2015. Kegiatan ini diselenggarakan penerbit Marjin Kiri, Program Studi Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dan Majalah Loka.

Ronny mengatakan jenazah Ben sekarang dalam perjalanan ke Surabaya. “Teman-teman sedang berusaha menghubungi keluarga beliau di Amerika,” kata Ronny. Ronny adalah penerjemah buku Ben, yaitu Di Bawah Tiga Bendera: Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa, Jalan Demak,de Surabaya. (*)

Editor : Puspito Hadi

Sumber : tempo

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.