Viewed 6 Times

Bea Cukai Malang Berhasil Bongkar Pengepakan Rokok Ilegal

0

MEDIA MALANG – Kantor Bea Cukai Malang, berhasil membongkar praktik pengepakan rokok yang diduga ilegal di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kini, rokok tersebut diamankan di kantor untuk proses lebih lanjut.

Kepala Bea Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan mengemukakan pengungkapan itu berawal dari laporan warga. Tim Intelijen dan Penindakan Bea Cukai Malang langsung menuju ke lokasi memastikan laporan tersebut.

“Tepat pukul 07.00 WIB Tim Intelijen Bea Cukai Malang bergerak ke lokasi yang terindikasi adanya kegiatan ilegal. Setelah mendapatkan informasi yang cukup bahwa di lokasi tersebut tengah berlangsung kegiatan pengepakan rokok ilegal dan melakukan tindakan lebih lanjut,” katanya pada wartawan, Rabu (8/11).

Tim Penindakan, kata di, ke lokasi dengan sejumlah perangkat desa ke bangunan yang diduga merupakan tempat produksi hasil tembakau ilegal. Tim ternyata menemukan barang kena cukai ilegal berupa hasil tembakau jenis SKT (Sigaret Kretek Tangan) batangan yang belum dikemas sejumlah 24.000 batang dan hasil tembakau jenis SKT yang telah dikemas sejumlah 4.300 bungkus atau sekitar 51.600 batang, sehingga totalnya hingga 75.600 batang rokok. Barang itu diduga ilegal karena diproduksi tanpa izin dan tanpa dilekati pita cukai.

Petugas juga langsung meminta keterangan sejumlah saksi mata. Bangunan itu diketahui milik AJ. Ia dimintai keterangan terkait dengan temuan itu. Sedangkan, barang-barang yang ada di gudang juga dibawa petugas sebagai bukti.

Ia mengatakan, keberhasilan pengungkapan ini juga bukti kerjasama yang baik antara petugas dengan warga. “Keberhasilan penindakan rokok ilegal ini merupakan sinergi antara masyarakat dengan Bea Cukai Malang. Kami sangat berterima kasih atas informasi dan bantuan yang telah diberikan masyarakat kepada kami di dalam menjalankan tugas,” kata Hery.

Lebih lanjut Rudy mengimbau masyarakat untuk mengenali ciri-ciri rokok ilegal, yaitu rokok yang diproduksi tanpa izin, tanpa dilekati pita cukai/polos, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai yang bukan haknya, menggunakan pita cukai tidak sesuai jenis atau golongan. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.