Batik Tulis Celaket, Identitas Kota Malang

831

MEDIA MALANG- Malang memang punya potensi. Seiring berkembangnya Kota Pendidikan ini, Batik Tulis Celaket hadir menambah produk khas Kota Malang.

Diproduksi di Kampung Celaket, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, batik tulis ini sudah melalang buana hingga mancanegara.

Konon, lahirnya batik tulis Celaket berawal saat Timnas senior sukses di Asean hingga maju ke babak Final melawan Malaysia.

Salah satu bintangnya adalah Irfan Bachdim, yang juga merupakan punggawa Persema Malang.

“Kami coba angkat profil Irfan Bachdim melalui media batik dengan gaya selebrasi usai lesakkan gol ke gawang Singapura di Gelora Bung Karno. Dari situ batik tulis celaket jadi buruan pecinta bola, pesanan pun meningkat sampai luar negeri,” ungkap Hanan Jalil sang maestro Batik Tulis Celaket.

Langkah batik tulis semakin berbinar, seiring banyaknya event sepakbola digelar. Batik tulis menawarkan beragama figur pemain bola ternama tengah naik daun saat itu.

“Produksi kamipun semakin dikenal dan banyak yang membelinya,” kata pria akrab disapa Abah Hanan itu.

Pesanan terus membanjiri batik tulis Celaket menjelang lebaran tahun itu. Banyak pecinta bola membeli sebagai kesenangan mereka pada pemain yang dibatik.

Bukti luar biasa pesona eksotis batik tulis Celaket ini rupanya juga membuat beberapa pihak tertarik. Termasuk salah satunya yakni artis top era 90-an Ayu Azhari.

Bersama suaminya Mike, Ayu bahkan secara langsung datang ke mendatangi markas Batik Tulis Celaket. Selain membeli beberapa produknya, Ayu juga belajar bagaimana memproduksi batik tulis.

Kala itu, Ayu mengaku memiliki rencana untuk memproduksi batik. Ketenaran batik tulis Celaket memikat hatinya untuk belajar.

Abah Hanan sendiri tak berhenti terus berinovasi, meski produknya sudah dikenal khalayak. Sudah tak terhitung warga mancanegara datang untuk menimba ilmu.

“Kami bisa seperti ini tak berhenti untuk lakukan event sebagai promosi dan mengenalkan produk asli Kota Malang ini,” tutup Abah Hanan.

 

Penulis : Camaraderry Difa Pradana
Editor : Putra Ismail

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.