Aremania Korban Kericuhan Meninggal Dunia

0

MEDIA MALANG – Kericuhan suporter sepak bola dalam laga Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Minggu ( 15/4) menyisakan duka. Seorang Aremania, Dhimas Duha Imron (17) warga Jalan Kepuh, Kota Malang dikabarkan meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

“Dhimas dirawat karena mengalami luka memar di bagian leher dan tangannya karena dipukul petugas keamanan saat kericuhan terjadi. Korban meninggal sekitar pukul 4 sore tadi,” kata Yoga Purna, kakak ipar korban, kepada wartawan Rabu (19/4).

Menurut Yoga, setiba di rumah, korban tidak mau dibawa ke rumah sakit. Ia memilih pulang dan menjalani perawatan di rumah. Namun, kondisi pelajar kelas 1 SMK 1 Kota Malang tersebut semakin kritis, hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

“Awalnya dirawat di Rumah Sakit Aisyiah, karena alat medisnya tidak memadai kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar sejak Selasa Malam,” tandasnya.

Sementara itu, Nurosidin salah seorang teman korban mengaku selain terkena pukulan petugas keamanan saat kericuhan terjadi, Dhimas juga terinjak – injak Aremania lainnya yang berlarian. Dhimas juga mengakumengalami sesak nafas dan merasakan pusing setelah terkena tembakan gas air mata aparat keamanan yang ingin membubarkan kerumunan suporter di lapangan.

“Dhimas sempat bercerita, dirinya mengeluh mengalami sesak nafas dan pusing karena gas air mata,” ungkapnya.

Kepergian korban menghadap Tuhan ini membawa duka mendalam bagi Aremania. Ratusan Aremania berdatangan ke rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban. Mereka juga mengantarkan korban ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman kampung setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi antara suporter dengan pihak keamanan di menit 90 akhir pertandingan Arema FC melawan Persib Bandung dengan skor 2-2. Aremania yang marah dengan hasil pertandingan turun ke lapangan sebagai bentuk protes terhadap manajemen Arema, pelatih Arema dan performa buruk Arema FC.

Berawal dari situlah akhirnya terjadi bentrok antara suporter dengan petugas keamanan internal. Sedangkan, aparat kepolisian dan TNI yang berada dilokasi berusaha menghalau amukan suporter, hingga akhirnya aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter. Namun naas, gas air mata petugas malah membuat kondisi tidak kondusif, suporter kocar kacir berlarian dan berjatuhan.Tercatat sekitar 212 Aremania mengalami luka – luka dalam peristiwa tersebut.(*)

Penulis : Didik Fibrianto

Editor : Puspita Hadi

Comments are closed.