Viewed 13 Times

Ahli Waris Korban Bencana Pacitan Dapat Santunan

0

MEDIA MALANG – Ahli waris korban bencana di Kabupaten Pacitan, mendapatkan santunan, yang diberikan langsung oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Seluruh ahli waris korban memperoleh santunan kematian, baik korban meninggal yang telah ditemukan maupun yang masih berstatus hilang.

Mensos mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga ahli waris korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan tersebut.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan dari Allah. Mari bersama-sama kita doakan saudara-saudara kita yang dipanggil Allah saat terjadi bencana, semoga amal ibadah mereka diterima Allah dan segala kekhilafannya diampuni Allah,” katanya saat penyerahan santunan kematian di pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jum’at (1/12).

Kepada ahli waris korban meninggal, lanjut Menssos diberikan masing-masing Rp.15 juta beserta paket bahan pokok. Terdapat 20 korban yang hilang dan baru 10 orang yang diketemukan. Sehingga total santunan yang diberikan yaitu Rp.300 juta.

“Karena baru 10 jenazah yang ditemukan, maka santunan kematian baru diberikan kepada 10 orang ahli waris. Sisanya, menyusul setelah jenazah ditemukan,” terangnya.

Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan logistik sesaat setelah banjir bandang dan tanah longsor senilai Rp.132,6 juta. Bantuan tersebut berupa lauk pauk siap saji. Sementara untuk membantu warga dalam upaya pembersihan sisa banjir, Kemensos memberikan peralatan kebersihan lingkungan senilai lebih dari Rp.1,073 miliar. Dengan demikian, total keseluruhan bantuan yang digelontorkan senilai Rp.1,356 miliar.

Mensos juga meninjau sejumlah titik lokasi banjir bandang di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan dan tanah longsor di Desa Mlati Kecamatan Arjosari.

Cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Cempaka menyebabkan sejumlah daerah termasuk Pacitan, Jawa Timur diterjang banjir, longsor dan puting beliung.

Sedikitnya, 20 orang meninggal dunia akibat bencana alam di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ke-20 korban meninggal tersebut terdiri dari empat belas orang yang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan, serta enam orang akibat hanyut terbawa banjir.

Menurut BMKG , hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terus terjadi di tengah perubahan cuaca ekstrem saat ini. Oleh karena itu, Ia menghimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan.

“Mari jadikan musibah ini sebagai peringatan dini bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” kata Mensos. (*)

Penulis : Didik Fibrianto

EditorĀ  : Puspito Hadi

Komentar Anda

Komentar

Comments are closed.