18 Tentara Filipina Tewas dalam Baku Tembak Lawan Kelompok Abu Sayyaf

0

MEDIA MALANG – Sebanyak 18 tentara tewas dalam suatu pertempuran sengit melawan militan Islam di selatan Filipina, dan sedikitnya 50 tentara Filiphina lain terluka pada aksi baku tembak Sabtu lalu, dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Pulau Basilan. Insiden itu diakui Pihak Militer Filipina.

Sementara itu, lima milisi terbunuh, kata tentara. Militer Filipina dilaporkan menyasar pemimpin Abu Sayyaf yang sudah mengucapkan janji setia pada kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS.

AFP melaporkan pernyataan juru bicara militer setempat, sedikitnya empat tentara dipancung dalam bentrokan dengan sekitar 100 milisi Abu Sayyaf. “Kelompok kami berusaha menyerang mereka. Di tengah jalan, mereka disergap,” kata Kolonel Benedict Manquiquis, juru bicara tentara.

“Musuh berada di posisi yang lebih tinggi sehingga ke manapun tentara kami berlindung, mereka tetap diserang oleh senjata berat dan bahan peledak buatan,” katanya.

Pemerintah bergerak melawan Abu Sayyaf setelah serangkaian penculikan warga asing, kata juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan.

Jumat lalu, seorang pensiunan pendeta Italia dibebaskan oleh Abu Sayyaf setelah disandera selama enam bulan.

Delapan belas warga asing lainnya, termasuk dua warga Kanada dan seorang warga Norwegia, disandera di Filipina.

Hampir semuanya diduga berada di tangan kelompok Abu Sayyaf di lokasi penahanan sekitar pulau Jolo, dekat pulau Basilan.

Namun hingga kini belum diketahui nasib 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Mereka masih ditahan hingga berita ini dilansir, Minggu (10/4/2016) sore oleh kelompok pemberontak ini. Sementara pihak pemerintah Indonesia terus melakukan upaya diplomasi, pasca penolakan bantuan militer Indonesia ke Filipina untuk pembebasan sandera WNI. (*)

Editor    : Puspito Hadi

Sumber : bbc

Comments are closed.