12 Oktober Diusulkan Jadi Hari Museum Nasional

0

MEDIA MALANG- Hari Museum Nasional tengah diusulkan kepada pemerintah. Rencananya, tanggal 12 Oktober yang dipilih yang menandai awal pertemuan nasional pelaku dan pengelola museum.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Hari Widianto, menuturkan, tanggal itu dipilih, karena pertemuan nasional pertama di Indonesia diselenggarakan pada 12 hingga 14 Oktober 1962.

“Waktu itu pertemuan dilakukan di Yogyakarta dan menghasilkan 10 resolusi,” katanya saat membuka pertemuan nasional museum 2015 di Balaikota Malang.

Dijelaskan, 10 resolusi yang diciptakan beberapa puluh tahun silam, masih digunakan para insan museum hingga hari ini. “Ada 7 resolusi yang masih digunakan, dimana pemikiran tahun 1962 masih relevan,” ungkapnya.

Ditambahkan, pada pertemuan museum nasional ini, tema yang diusung yakni Kemandirian Museum, dimana saat ini, fungsi museum tidak saja sebagai tempat benda kuno, namun, lebih jauh harus bisa menjangkau ekonomi kreatif.

“Apalagi menyongsong MEA, museum harus bisa menumbuhkan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Sementara Ketua Asosiasi Museum Indonesia (Amida) Putu Supatma mengatakan, semangat kebersamaan antara eksekutif dan asosiasi untuk membangun museum sangat dibutuhkan pada tahun mendatang.

“Tantangan kita kedepan sangat berat, dimana dibutuhkan komitmen kuat untuk memajukan dunia museum,” ujarnya terpisah.

Sedangkan, penetapan 12 Oktober sebagai Hari Museum Nasional sendiri masih memerlukan persetujuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Dirjen Kemendikbud, Kacung Marijan, mengatakan, usulan tanggal itu masih akan diajukan kepada Menteri Kordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, sebelum mendapat paraf presiden.

“Meskipun Kemendikbud dan Asosiasi Museum Indonesia (Amida) sudah menyetujui, namun masih perlu beberapa proses lagi,” kata Kacung Marijan.

Bila diakui sebagai hari nasional, bukan berarti akan menjadi hari libur atau tanggal merah. “Karena memang tidak harus itu jadi tanggal merah. Beberapa hari nasional juga tidak dibuat merah tanggalnya,” tandasnya.

Hari Museum Nasional, lebih dikhususkan sebagai penyemangat insan museum dan warga Indonesia, agar lebih memahami dan mau belajar sesuatu dari museum yang ada.

“Ini merupakan penyemangat bagi pemerintah, insan museum dan masyarakat, agar tanggap terhadap museum,” bebernya.

Karenanya, Kemendikbud juga memiliki program nasional revitalisasi museum pada tingkat pemerintah daerah, agar penguatan ekonomi kreatif bisa menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kami sangat mengapresiasi banyak komunitas memiliki semangat menciptakan museum dengan inisiatif mereka sendiri,” paparnya.

 

Penulis : Putra Ismail
Editor : Laily Noor Hidayah

Comments are closed.