?Demo, Mantan Buruh Pabrik Tembakau? Tuntut Hak

0
MEDIA MALANG – Puluhan mantan buruh Pabrik tembakau, Rabu siang, menggelar unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik PT. Indonesia Tobacco.? Dalam aksinya 77 mantan buruh tersebut menuntut hak jaminan hari tua yang selama ini belum diberikan kepada para buruh.
“Kami menuntut hak kami dan meminta dengan hormat PT. Indonesian Tobacco untuk memberikan uang jaminan hari tua yang selama bekerja di kelola perusahaan,” kata Syaiful, salah seorang peserta aksi.
Menurut Syaiful, selain menuntut hak jaminan, 77 buruh yang diberhentikan perusahaan belum menerima pesangon sama sekali. Padahal, Pengadilan Hubungan Industrial? sudah memutuskan bahwa pabrik harus membayar pesangon.
“Pengadilan Hubungan Industrial sudah memutuskan bahwa pabrik harus membayarkan pesangon kami. Namun, sampai saat ini belum ada itikad baik dari pabrik melaksanakan putusan itu,” jelas Syaiful.
Selain masalah pesangon dan jaminan hari tua, buruh juga meminta pabrik memberikan gaji mereka. Mereka begitu saja dirumahkan setelah mengikuti “May Day” dua tahun lalu. Para buruh mengklaim, mereka masih berhak mendapatkan gaji, karena dirumahnya oleh perusahaan.
Para buruh juga meminta perusahaan memberikan surat keterangan kerja dari pabrik, mengingat mereka telah bekerja sesauia dengan kewajiban yang telah ditentukan. Dengan surat itu, nantinya bisa mereka gunakan mencari kerja di tempat lain.
Aksi buruh ini dipicu karena adanya perselisihan dengan pabrik, dimana mereka diberhentikan secara sepihak setelah mengikuti peringatan Hari Buruh dua tahun lalu. Tidak terima, para buruh mengajukan gugatan dan memenangkan perselisihan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Surabaya. Hasilnya, perusahaan berkewajiban memberikan gaji yang belum dibayarkan dan pesangon bagi buruh yang diberhentikan.
Namun, setelah itu muncul lagi gugatan yang dilayangkan perusahaan pada 77 buruh yang diberhentikan. Pabrik menggugat sebesar Rp2,3 miliar, dengan perincian Rp1,3 miliar atas kerugian materiil dan Rp1 miliar kerugian immateriil.
Pihak pabrik mengatakan telah terjadi pelanggaran indisipliner, dimana aksi buruh itu tidak diberitahukan tujuh hari sebelum digelar sebagaimana ketentuan undang-undang. Akibat aksi buruh itu, perusahaan mengalami kerugian atas aksi buruh itu.
Penulis 😕 Dix’s Fibriant
Editor : Putra Ismail

Comments are closed.